Selasa, 06 November 2012

laporan Zoologi Vertebrata


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya. Ciri-ciri tubuh hewan yang bertulang belakang: Mempunyai tulang yang terentang dari balakang kepala sampai bagian ekor.Mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak.Tubuh berbentuk simetris bilateral.mempunyai kepala, leher, badan dan ekor walaupun ekor dan leher tidak mutlak ada contohnya pada katak. Ciri alat tubuh hewan yang bertulang belakang sebagai berikut: Mempunyai kelenjar bundar, endoksin yang menghasilkan hormon untuk pengendalian. Pertumbuhan dan proses fisiologis atau faal tubuh susunan saraf terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang bersuhu tubuh panas dan tetap (homoiternal) dan bersuhu tubuh dingin sesuai dengan kondisi lingkungan (poikiloternal)Sistem pernapasan/terpirasi dengan paru-paru (pulmonosum) kulit dan insang operculum. Alat pencernaan memanjang mulai dari mulut sampai ke anus yang terletak di sebelah vertran (depan) dan tulang belakang kulit terdiri atas epidermis (bagian luar) dan endodermis (bagian dalam)Alat reproduksi berpasangan kecuali pada burung, kedua kelenjar kelamin berupa ovalium dan testis menghasilkan sel tubuh dan sel sperma.
1. Hewan bertulang belakang (vertebrata) ini terdiri atas kelas yaitu: Kelas  Pisces (Ikan)Kelas Amphibi (Latin amphi = dua, bia = hidup)Kelas Reftilia (Bahasa latin repare = merangkak/merayap)Kelas Aves (Burung)Kelas mamalia (Bahasa latin mamae artinya kelenjar buah dada, mamalia artinya hewan menyusui)
2. Filum-Filum Hewan Vertebrata
Kelas Pisces (Ikan): Ciri utama Pisces sebagai berikut: - Hewan berdarah dingin yang hidup di dalam air - Bernapas dengan insang (operculum) dan di bantu oleh kulit - Tubuh terdiri atas Kepala - Rangka tersusun atas tulang sejati - Jantung terdiri atas satu serambi dan satu bilik - Tubuh ditutupi oleh sisik dan memiliki gurat sisi untuk menentukan arah dan posisi berenang Pisces dapat di bagi menjadi beberapa ordo antara lain: 1. Ordo Apodes Familia (1) : Angulidae Species : Ikan panjang (Arguilia vulgaria) Familia (2) : Muruenidae 2. Ordo Acthopterygi Familia (1) : Parsidae Species : Kakap (Lataes carca lifer) Familia (2) : Muruenidae 3. Ordo Heterostonata Species : Ikan lidah 4. Ordo Labysinthici Famili : Analamtidal Species : ikan bandeng (lates carca lifer) Familia : scombridae Species : tongkol (enthymus palamys) 5. Ordo Masacop Terygii Famili (1) : chipeidae Species : ikan bandeng (chonos-chonos) Famili (2) : ikan salam (salmosalor) 6. Ordo Ostariophysi Familia (1) : analamtidal Species : kakap (lates carca lifer) Famili : scmbridae

Kelas Amphibia: Amfibi adalah kelompok vertebrata darat yang paling primitif, menduduki tempat peralihan dari kehidupan akuatik ke kehidupan darat. Perubahan tempat kehidupan ini menyebabkan seakan-akan kelompok ini masih mencari-cari pola yang sesuai, sehingga terlihat adanya model-model kehidupan, wujud dan ciri-ciri kelompok yang beragam. Di samping adanya model dan wujud yang beragam, juga terjadi perubahan alat-alat tubuh yang disesuaikan dengan cara hidup di darat, misalnya perlu paru-paru, tungkai, choana, dan lain-lain.
Kelas reftilia (hewan melata): Reptilia adalah kelompok hewan darat yang sebenarnya karena mereka bernapas dengan paru-paru sepanjang hidupnya. Sebagai hewan darat yang hidup di lingkungan kering, kulitnya memiliki lapisan bahan tanduk yang tebal. Lapisan ini mengalami modifikasi menjadi sisik-sisik. Kulit sedikit sekali mengandung kelenjar kulit. Ada di antaranya yang selain mempunyai sisik epidermis juga mempunyai sisik dermis, misalnya buaya. Pada anggota Lacertilia pengelupasan kulit terjadi sedikit demi sedikit, sedangkan pada ular terjadi sekaligus.

Kelas aves (burung): Setiap burung tubuhnya ditutupi bulu, sehingga bulu merupakan ciri spesifik burung, yang tidak dimiliki oleh kelompok Tetrapoda lainnya. Pada hakikatnya bulu berfungsi sebagai alat untuk terbang, karena burung merupakan perkembangan filogenetik dari reptil yang tak terbang. Bulu diduga berasal dari modifikasi sisik-sisik reptil yang menjadi moyang burung. Selain itu bulu juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh burung agar tetap tinggi.

Kelas Mamalia: Nama Mamalia berasal dari ciri utama anggota-anggota (hewan) yang memiliki glandula mammae. Selain itu ciri lainnya adalah memiliki rambut-rambut, yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari pengaruh panas maupun dingin. Suhu tubuh mamalia relatif tetap dan keadaan ini disebut homoioterm. Di dalam kulit mamalia terdapat kelenjar air susu, kelenjar peluh (keringat) dan kelenjar minyak. Beberapa jenis mamalia mempunyai kelenjar lain misalnya kelenjar bau dan kelenjar pipi.

1.2  Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum lapangan ini untuk mengenali ciri-ciri anggota kelas Amphibi, Reptil, Pisces, Aves, Mamalia yang penting untuk di identifikasi.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Seluruh tubuh Rana cancrivora terbungkus oleh lapisan integument yang selalu basah dan licin. Hal ini disebabkan pada integumennya terdapat kelenjar lendir dan ikut berperan dalam respirasi. Karena itulah kulit Rana cancrivora  selalu basah dan sangat vaskuler ( banyak mengadung pembuluh darah ) hingga difusi oksigen berlangsung mudah. Integument pada Rana cancrivora mudah dikelupas dari tubuhnya hal ini disebabkan antara kulit dan otot dibawahnya terdapat rongga atau kantung kantung limfe yang berisi cairan tubuhnya.  Fertilisasinya secara eksternal,mempunyai sepasang extremitas berupa kaki untuk berjalan dan berenang ( Anonim:2011)
Sukiya (1989:6-8) menyatakan bahwa Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat Pada fase berudu amphibi hidup di perairan dan bernafas dengan insang. Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor. Pada fase dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru. Pada fase dewasa ini amphibi bergerak dengan kaki. Pada amphiia ada 3 ordo yaitu ordo Apoda,ordo Caudata dan ordo Anura. Rana cancrivira termasuk kedalam ordo Anura karena tidak mempunyai ekor atau ekornya mengalami rudimeter. Kakinya tumbuh dengan baik dan kaki panjang levbih panjang dari pada kaki depan.
Rana cancrivora mempunyai karakteristik integument licin,karena mempunyai banyak glandula dan tak bersisik,mempunyai sepasang extremitas berupa kaki untuk berjalan dan berenang,mempunyayi dua lubang hidung dan berhubungan dengan covumoris,jantung beruang 3 yaitu terdiri atas 1 arteri dan 2 ventrikel,bernafas dengan insang pada waktu masih larva,pada saat dewasa menggunakan pulmo dan integument,dan bersifat poikilotermik artinya temperature tubuh berubag menurut temperature lingkungannya (Anonim:2011)

Tubuh reptil umumnya tertutupi oleh sisik-sisik yang beraneka bentuk, terkecuali anggota suku Amphisbaenidae yang tak bersisik. Sisik-sisik itu dapat berukuran amat halus, seperti halnya sisik-sisik yang menutupi tubuh cecak, atau pun berukuran besar seperti yang dapat kita amati pada tempurung kura-kura. Sisik-sisik itu berupa modifikasi lapisan kulit luar (epidermis) yang mengeras oleh zat tanduk, dan terkadang dilengkapi dengan pelat-pelat tulang di lapisan bawahnya, yang dikenal sebagai osteoderm.Beberapa bentuk sisik yang umum pada reptil adalah: sikloid (cenderung datar membundar), granular (berbingkul-bingkul), dan berlunas (memiliki gigir memanjang di tengahnya, seperti lunas perahu). Perbedaan bentuk dan komposisi sisik-sisik ini pada berbagai bagian tubuh reptil biasa digunakan untuk mengidentifikasi spesies hewan tersebut.Integument pada Reptilia umumnya juga tidak mengandung kelenjar keringat. Lapisan terluar dari integument yang menanduk tidak mengandung sel-sel saraf dan pembuluh darah. Bagian ini mati, dan lama-lama akan mengelupas. Permukaan lapisan epidermal mengalami keratinisasi. Lapisan ini akan ikut hilang apabila hewan berganti kulit. Pada Calotes (bunglon) integument mengalami modifikasi warna. Perubahan warna ini dikarenakan adanya granulea pigment dalam dermis yang terkumpul atau menyebar karena pengaruh yang bermacam-macam ( Anonim:2011)
Chondrichthyes atau ikan bertulang rawan adalah ikan berahang, mempunyai sirip berpasangan, lubang hidung berpasangan, sisik, jantung beruang dua, dan rangka yang terdiri atas tulang rawan bukan tulang sejati. Mereka dibagi menjadi dua subkelas: Elasmobranchii (hiu, pari dan skate) and Holocephali (kimera, kadang-kadang disebut hiu hantu, dan kadang dipisahkan menjadi kelas tersendiri). Rangkanya bertulang rawan. Notokorda, yang ada pada yang muda, lambat laun digantikan oleh tulang rawan. Chondrichthyes juga tidak punya rusuk, maka jika mereka keluar dari air, berat tubuh dari spesies besar dapat menghancurkan organ dalam mereka sendiri lama sebelum mereka lemas (Anonim, 2011).

Aves merupakan kelompok vertebrata yang hampir seluruh tubuhnya tertutup oleh bulu. Tubuh aves dibedakan atas paruh, kepala, leher, badan, sayap, tangkai dan ekor.
Bulu pada aves dibedakan atas :
  a. plumulae.
b. filoplumae.
Warna bulu aves terbagi 2 golongan :
a. Warna bulu yang disebabkan oleh biochrome yang menyerap dan memantulkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu, yaitu bulu dengan warna merah, jingga, kuning, hitam, kelabu, coklat dan hijau.
b. Warna bulu yang disebabkan oleh adanya elemen fisik, yaitu bulu dengan warna putih, biru dan gemerlapan.
Paruh aves mempunyai ciri-ciri :
- panjang - lurus - pipih datar    
- pendek - bergigi
- berkait - berkantung leher
Sayap aves mempunyai beberapa ciri-ciri :
- panjang - bulat
- pendek - runcing
Pada aves terdapat tarsometatarsus dengan ciri-ciri :
- scutellata - serata
- reticulata - boated
Jari pada aves ada yang rata/ datar dan ada yang terangkat, sedangkan cakarnya ada yang runcing dan ada yang obtuse. Kaki aves dibedakan 3 tipe yaitu :
a. Tipe bertengger, terbagi atas :
- passerine
- zygodactyla
b. Tipe berjalan.
c. Tipe berenang, yaitu palmate dan totipalmata.
Bulu ekor (rectriches) mempunyai beberapa ciri yaitu :
- panjang - bulat
- pendek - rata
- runcing dan membentuk garpu.
Alat-alat dalam (organ) pada aves membentuk sistem organ, yaitu :
1. Sistem cardiovasculare, terdiri atas :
a. Cor
- relatif besar - terletak di linea lateralis
- berbentuk kerucut - beruang 4
b. Pembuluh darah, terdiri atas :           
- arteri - kapiler - vena
2. Sistem digestorium, terbagi atas :
a. Trachus digestivus,
- rostrum - proventriculus
- cavum oris - ventriculus
- pharynx - intestinum tenue
- esophagus - intestinum erassum
- ingluvies
b. Glandula digestonia,
- glandula salivales
- hepar (pada collumba livia tidak mempunyai vesica fellea)
- pancreas
3. Sistem urogenitale, terbagi atas :
a. Organa uropoetica
- ren - kloaka
- ureter (aves tidak memiliki vesica urinaria)
b. Organa genitalia
- organa genitalia jantan yaitu testis
- organa genitalia betina yaitu ovarium
4. Sistem respiratorium, terdiri atas :
- nares - pulmo
- larynx - syrinx
- trachea - saccus pneumaticus. ( Anonim:2011)
Kingdom animalia memiliki beberapa tingkatan untuk membagi hewan-hewan yang terdapat di muka bumi ini. Tingkatan tertinggi pada kingdom animalia tersebut adalah mamalia. Pada umumnya , semua jenis mamalia memiliki rambut yang menutupi tubuhnya. Jumlah rambut tersebut berbeda-beda antara spesies yang satu dengan yang lain. Ada spesies yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut dan ada pula spesies yang hanya memiliki rambut di tempat-tempat tertentu pada bagian tubuhnya. Mamalia merupakan hewan yang bersifat homoioterm atau sering disebut hewan berdarah panas. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Sebutan mamalia sendiri berasal dari keberadaan glandula ( kelenjar ) mamae pada tubuh mereka yang berfungsi sebagai penyuplai susu. Seperti yang kita ketahui bahwa mamalia betina menyusui anaknya dengan memanfaatkan keberadaan kelenjar tersebut. Walaupun mamalia jantan tidak menyusui anaknya, bukan berarti mereka tidak memiliki kelenjar mamae. Semua mamalia memiliki kelenjar mamae , tetapi pada mamalia jantan kelenjar ini tidaklah berfungsi sebagaimana pada mamalia betina  ( Anonim: 2011)











BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum lapangan zoologi vertebrata adalah:
Hari / tanggal       : Sabtu, 10 Desember 2011
Tempat                 : Desa Pakuli Kec. Gumbasa Kab.Sigi ( Kebun Obat)
3.2 Alat dan bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan selama praktikum berlangsung adalah:
3.2.1 Alat                                                
ü  Spoic                                                                   
ü  Alat bedah
ü  Toples
ü  Tali
ü  Senapan angin
ü  Perangkap tikus
ü  Mistar
ü  Meteran
ü  Teropong
ü  Kamera
ü  Thermometer batang
ü  Kawat behel
ü  Parang
ü  Senter

3.2.2 Bahan
ü  Alkohol 70 %
ü  Formalin
ü  Jeroan ayam
ü  Ikan kering
ü  Benang
ü  Jarum
ü  Kertas label
ü  Kapas
ü  Kapur barus
ü  Sarung tangan
3.3  Prosedur kerja
Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
v  Untuk kelas amphibi
a.       Melakukan pembiusan terhadap Rana sp dan Bufo sp
b.      Setelah dibius katak tersebut diletakkan dipapan bedah
c.       Sebelum dibedah katak tersebut diukur panjang tubuhnya secara keseluruhan, lebar tubuhnya, panjang kaki, panjang badan standar, panjang kepala, dan digity tangan.
d.      Kemudian membedah katak tersebut, mengeluarkan bagian dalam dari katak tersebut dan dibersihkan.
e.       Setelah dibersihkan menggunakan kapas yang telah diberi alkohol, bagian dalam katak tersebut ditaburi dengan kapur barus, kemudian diisi dengan kapas yang telah diberi kapur barus juga.
f.       Setelah itu menjahit bagian yang telah dibedah tadi
g.      Menyuntikkan formalin kedalam tubuh katak yang telah dijahit tadi.
h.      Pada Bufo sp langkah pada bagian b sampai dengan g di ulangi.
v  Untuk kelas reptil
a.       Melakukan pembedahan terhadap Mabouya sp dan
 Gekko-gekko
b.      Setelah dibius kadal tersebut diletakkan diatas papan bedah
c.       Sebelum dibedah kadal tersebut diukur bagian-bagian tubuhnya
d.      Kemudian membedah kadal tersebut dan mengeluarkan bagian dalam dari kadal tersebut dan dibersihkan
e.       Setelah dibersihkan dengan menggunakan kapas yang telah diberi alkohol bagian dalam dari kadal tersebut ditaburi dengan kapur barus kemudian diisi dengan kapas yang telah diberi kapur barus juga
f.       Setelah itu menjahit bagian yang telah dibedah tadi
g.      Menyuntikkan formalin kedalam tubuh kadal tersebut.
h.      Langkah b-g diulangi pada pembedahan untuk tokek
( gekko-gekko)
v  Untuk kelas pisces
a.       Melakukan pembedahan terhadap Cyprinus carpio dan
           Tilapia nilatica
b.      ikan tersebut diletakkan diatas papan bedah
c.       Sebelum dibedah ikan  tersebut diukur bagian-bagian           tubuhnya
d.      Kemudian membedah ikan tersebut dan mengeluarkan bagian dalam dari ikan  tersebut dan dibersihkan
e.       Setelah dibersihkan dengan menggunakan kapas yang telah diberi alkohol bagian dalam dari ikan  tersebut ditaburi dengan kapur barus kemudian diisi dengan kapas yang telah diberi kapur barus juga
f.       Setelah itu menjahit bagian yang telah dibedah tadi
g.      Menyuntikkan formalin kedalam tubuh ikan  tersebut.
h.      Langkah b-g diulangi pada pembedahan untuk ikan nila
      (Tilapia nilatica)
v  Untuk kelas Aves.
a.       Melakukan pembedahan terhadap burung pipit
 ( Lonchura leocogastrosdes)
b.      Burung tersebut kemudian dibius
c.       Burung tersebut diletakkan diatas papan bedah
d.      Kemudian membedah burung tersebut dan mengeluarkan bagian dalam perut burung dan kemudian dibersihkan
e.       Setelah dibersihkan dengan kapas yang telah diberi alkohol kemudian di isi dengan kapas yang telah ditaburi dengan kapur barus
f.       Setelah itu menjahit bagian yang telah dibedah tersebut
g.      Menyuntikkan formalin kedalam tubuh burung tersebut.
v  Untuk mamalia
a.       Melakukan pembedahan terhadap tikus ( Rattus raktus)
b.      Tikus tersebut diletakkan diatas papan bedah
c.       Kemudian mengeluarkan bagian dalam perut tikus dan kemudian dibersihkan
d.      Setelah dibersihkan dengan kapas yang telah diberi alkohol kemudian diisi dengan kapas yang telah diteburi dengan kapur barus
e.       Setelah itu menjahit bagian yang telah dibedah tersebut
f.       Meyuntikkan formalin kedalam tubuh tikus tersebut


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.I Hasil
Adapun hasil pengamatan yang diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
Ø  Untuk kelas Amphibi




ü  Ukuran tubuh Rana cancifora
a.       Panjang tubuh seluruhnya      : 15 cm
b.      Lebar tubuh                            : 3 cm
c.       Panjang kaki                           ; 9 cm
d.      Panjang badan standar           : 4 cm
e.       Panjang kepala                       : 2 cm
f.       Digity tangan                         : 4 buah


ü Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub phylum     : Vertebrata
Class                : Amphibi
Ordo                : Anura
Family             : Ranidae
Genus              : Rana
Spesies             : Rana Cancifora

ü  Deskripsi Rana cancifora
Rana cancifora memiliki kulit yang halus, lembab dengan kaki belakang yang panjang serta bertubuh pendek, gempal atau kurus, perpunggung agak bengkok berkaki empat tak berekor.






ü  Ukuran tubuh Bufo sp
a.       Panjang tubuh seluruhnya: 17 cm
b.      Lebar tubuh                             : 5 cm
c.       Panjang kaki                            : 10 cm
d.      Panjang tubuh standar            : 6 cm
e.       Panjang kepala                        : 3 cm
f.       Digity tangan                          : 4 buah

ü  Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub phylum     : Verterbrata
Class                : Amphibia
Ordo                : Anura
Family             :Bufonidae
Genus              :Bufo
Spesies            : Bufo sp

ü  Deskripsi Bufo sp
Bufo sp memiliki kulit yang kasar, berbintil-bintil sampai berbingkul-bingkul, kerap kali kering, dan kaki belakangnya pendek saja dan ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuh Rana cancifora.







Ø  Kelas reptilia



ü  Ukuran bagian tubuh Mabouya multifascilata
a.       Panjang tubuh seluuhnya: 25 cm
b.      Panjang kepala          : 2,5 cm
c.       Panjang tubuh standar     : 14 cm
d.      Lebar badan                     : 1,2 cm
e.       Diameter mata                  : 0,2 cm
f.       Ekor                                        : 12 cm
g.      Tungkai depan                        : 5 pasang jari
h.      Tungkai belakang        : 5 pasang jari
i.        Panjang lidah                          : 2 cm




ü  Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub phylum     : Vertebrata
Class                : Reptilia
Ordo                : Squamata
Family             : Sanadae
Genus              : Mabouya
Spesies            : Mabouya Multifascilata

ü  Deskripsi
Reptilia merupakan kelompok hewan vertebrata yang hidupnya merayap atau melata. Didalam habitatnya reptil juga tergolong kedalam hewan yang berdarah dingin yang suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Reptilia merupakan hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan paru-paru. Ciri umum dari kelas ini yang membedakan dengan kelas lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota ordo/ sub ordo terutama ular mengalami pergantian kulit.
Adapun pengamatan yang kami lakukan, kami mengamati kadal
( Mabouya fasciliata) yang merupakan ordo squamata. Kadal memiliki kulit yang dibungkus oleh zat tanduk/ kulit kering yang menanduk biasanya sisik. Kadal memiliki alat gerak yang masing-masing terdiri dari 5 jari dengan kuku-kuku yang cocok untuk lari, mencengkram, dan naik pohon.





ü  Ukuran tubuh Gekko gecko
a.       Panjang badan seluruhnya      :  25,5 cm
b.      Panjang ekor                           : 11 cm
c.       Panjang badan                         : 10,5 cm
d.      Panjang kepala                        : 4 cm
e.       Panjang tangan depan             : 4 cm
f.       Panjang tangan belakang        : 5,5 cm

ü  Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub phylum     : Vertebrata
Class                : Reptilia
Ordo                : Squamata
Family             : Gekkonidae
Genus              : Gekko gecko


ü  Deskripsi
Gekko gekco memiliki 2 pasang kaki depan dan belakang dengan digity 5 buah, memiliki 3 warna, warna dasar kulitnya adalah abu-abu dan memiliki corak warna orange dan putih. Struktu tubuhnya kasar dan berbintik. Pada bagian pinggir kepala dekat leher memiliki lubang yang berfungsi sebagai penangkap suara.


Ø  Untuk kelas mamalia



ü  Ukuran tubuh Rattus raktus
Panjang badan keseluruhan: 32, 5 cm
Panjang ekor                       : 18,5 cm
Panjang kepala                    : 4 cm
Panjang telinga                    :  1 ½ cm
Panjang kaki                        : 7 cm
Panjang badan standar                    : 20 cm


ü  Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub phylum     ; Vertebrata
Class                : Mamalia
Ordo                : Rodentia
Family             : Moridae
Genus              : Rattus
Spesies            : Rattus raktus

ü  Deskripsi
Pada Rattus raktus kepala, badan, dan ekor terlihat jelas, tubuhnya tertutup rambut, memiliki sepasang daun telinga, mata, bibir kecil dan lentur. Jari-jari tangan dan kaki masing-masing 5 buah, memiliki gigi dan taring. Disekitar hidung / moncong terdapat misue. Tubuhnya terdiri atas sepasang caput, cerviks, tryntus, dan caudal. Warna tubuhnya dari bagina dorsal sampai ventral berwarna hitam keabu-abuan, ekor berwarna coklat.







ü  Keterangan gambar
a.       Mata
b.      Hidung
c.       Mata
d.      Tanduk
e.       Telinga
f.       Perut
g.      Alat kelamin
h.      Kaki
i.        Ekor
j.        Dubur
k.      Leher

ü  Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub phylum     : Vertebrta
Class                : Mamalia
Ordo                : Artiodactyla
Family             : Bovidae
Genus              : Bos
Spesies            : Bos taurus

ü  Deskripsi Bos taurus ( sapi)
Sapi ( Bos taurus) merupakan salah satu contoh hewan mamalia yang berkembang biak dengan melahirrkan serta menyusui anaknya. Bangsa sapi merupakan sekumpulan ternak yang memiliki karakteristik tertentu yang sama. Atas dasar karakteristik tersebut, maka dapat dibedakan dari ternak lainnya, meskipun dalam spesies yang sama. Bangsa sapi sangat banyak dijadikan ternak sebagai penghasil susu.

Ø  Untuk kelas Aves







ü  Keterangan gambar
a.       paruh
b.      mata
c.       sayap
d.      digity
e.       ekor
f.       femur

ü  Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub phylum     : Vertebrata
Class                : Aves
Ordo                : Passeroformes
Family             : Estrildidae
Genus              : Lonchura
Spesies            : Lonchura leocogastrodes


ü  Deskripsi burung pipit ( Lonchura leocogastrosdes)
Ukuran burung ini kecil, dari paruh sampai ujung ekor sekitar 10 cm. Warna dominan coklat tua dipunggung. Dada dan perut coklat kekuningan agak kotor, iris mata coklat, paruh bagian atas kehitaman, paruh bagian bawah keabu-abuan, dan kaki berwarna keabu-abuan. Bentuk kaki tipe bertengger, bentuk sayap, meruncing dan ekor pendek.










ü  Keterangan gambar
a.       Paruh
b.      Jengger
c.       Sayap
d.      Femur
e.       Ekor
f.       Digity
g.      Mata

ü  Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Class                : Aves
Ordo                : Galliformes
Family             : Phasianidae
Genus              : Gallus
Spesies            : Gallus domestica

ü  Deskripsi ayam ( Gallus domesticus)
Ayam memiliki paru pendek, jengger berwarna merah, sayap membulat, tipe kaki bertengger, ekor pendek, bulu berwarna kecoklatan.


Ø  Untuk kelas pisces



ü  Ukuran tubuh ikan mas ( Cyprinus carpio)
a.       Panjang tubuh seluruhnya: 22 cm
b.      Panjang tubuh standar      : 18 cm
c.       Panjang kepala                  : 6 cm
d.      Tinggi badan                     : 8 cm
e.       Diameter mata                   : 1 cm
f.       Gurat sisi                           : 12,5 cm
g.      Tutup insang                     : 4,3 cm
h.      Sirip dorsal belakang         : 12
i.        Sirip dorsal depan             : 5
j.        Sirip dada                          : 14 pasang
k.      Sirip perut                         : 9 pasang
l.        Sirip anal                           : 6
m.    Sirip ekor                           : 20
n.      Bentuk sirip ekor                : homocercal
o.      Bentuk sisik                       : sikloid

ü  Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Class                : Actinopterugi
Ordo                : Cypriniformer
Family             : Cyprinidae
Genus              : Cyprinus
Spesies            : Cyprinus carpio

ü  Deskripsi
Secara morfologi, jenis ikan mas ini memiliki ciri-ciri dengan tubuhnya yang terbagi atas kepala, badan, dan ekor. Pada bagian kepala terdapat cekung hidung, mata, celah mulut dan tutup insang. Dibagian ekor terdapat sirip ekor. Sedangkan untuk bagian badan terdapat sisik yang merupakan kerangka luar, gurat sisi yang berfungsi untuk mengetahui perubahan tekanan air, dan sirip yang terdiri dari sirip dada, sirip perut, dan sirip punggung, sirip ekor dan sirip dorsal depan serta sirip dorsal belakang.
Bentuk sirip ekor ikan mas ini yaitu homocercal bahwa apabila ruas tulang belakang agak membengkok kebagian dorsal tetapi spina neuralis mengecil sedangkan spina haemalis memanjang. Sedangkan bentuk sisiknya yaitu sikloid yaitu berbentuk bulat. Selain itu juga memiliki gelembung udara yang berfungsi untuk melayang dalam air.





ü  Ukuran tubuh ikan nila ( Tilapia nulicata)
a.       Panjang tubuh seluruhnya       : 15,5 cm
b.      Panjang tubuh standar            : 12,5 cm
c.       Panjang kepala                        : 4 cm
d.      Tinggi badan                           : 5,5 cm
e.       Diameter mata                         : 0,8 cm
f.       Gurat sisi                                 : 8 cm
g.      Tutup insang                           : 3 cm
h.      Sirip dorsal                              : 24
i.        Sirip dada                                : 8 pasang
j.        Sirip perut                              : 6 pasang
k.      Sirip anal                                 : 11
l.        Sirip ekor                                 : 14
m.    Bentuk sirip ekor                     ; protocercal
n.      Jenis sisik                               : sikloid

ü  Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub phylum     : Vertebrata
Class                : Actinopterugii
Ordo                : Perciformes
Family             : Cichlidae
Genus              : Tilapia
Spesies            : Tilapia nulicata

ü  Deskripsi
Secara morfologi jenis ikan nila ini memiliki tipe sirip ekor yaitu protocercal dan tipe sisik sikloid yang berbentuk bulat. Memiliki waran yang lebih mencolok yaitu berwarna merah keputih-putihan dan dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan ikan mas.




4.2 Pembahasan
Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system kerja sempurna peredaran darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya. Ciri-ciri tubuh hewan yang bertulang belakang: Mempunyai tulang yang terentang dari balakang kepala sampai bagian ekor.Mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak.Tubuh berbentuk simetris bilateral.mempunyai kepala, leher, badan dan ekor walaupun ekor dan leher tidak mutlak ada contohnya pada katak. Ciri alat tubuh hewan yang bertulang belakang sebagai berikut: Mempunyai kelenjar bundar, endoksin yang menghasilkan hormon untuk pengendalian. Pertumbuhan dan proses fisiologis atau faal tubuhSusunan saraf terdiri atas otak dan sumsum tulang belakangBersuhu tubuh panas dan tetap (homoiternal) dan bersuhu tubuh dingin sesuai dengan kondisi lingkungan (poikiloternal)Sistem pernapasan/terpirasi dengan paru-paru (pulmonosum) kulit dan insang operculumAlat pencernaan memanjang mulai dari mulut sampai ke anus yang terletak di sebelah vertran (depan) dan tulang belakangKulit terdiri atas epidermis (bagian luar) dan endodermis (bagian dalam)Alat reproduksi berpasangan kecuali pada burung, kedua kelenjar kelamin berupa ovalium dan testis menghasilkan sel tubuh dan sel sperma 1. Hewan bertulang belakang (vertebrata) ini terdiri atas kelas yaitu: Kelas Pisces (Ikan)Kelas Amphibi (Latin amphi = dua, bia = hidup)Kelas Reftilia (Bahasa latin repare = merangkak/merayap)Kelas Aves (Burung)Kelas mamalia (Bahasa latin mamae artinya kelenjar buah dada, mamalia artinya hewan menyusui)


Ø  Untuk kelas Amphibi

Dari hasil praktikum yang pertama tentang zoology vertebrata dengan kelas Amphibia. Amphibia berasal dari kata amphi artinya rangkap dan bios artinya kehidupan, karena Amphibia ialah hewan yag hidup dengan dua bentuk kehidupan, mula-mula di dalam air tawar kemudian di darat. Dan dapat kami jelaskan dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan dengan spesies Katak (Rana sp) dan Kodok (Bufo sp).
Yang pertama kami mengamati Katak (Rana sp) adalah satu anggota dari class Amphibia. Secara morfologi Kulitnya selalu basah apabila hewan berada di luar air.  Kulit dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lendir untuk mempertahankan keadaan agar selalu basah. Setiap kelenjar berbentuk piala, terdapat tepat di bawah epidermis dan salurannya melelui epidermis bermuara di permukaan kulit. Kaki katak terdiri atas sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang. Kaki depan terdiri atas lengan atas (brancium), lengan bawah (antebrancium), tangan (manus), dan jari-jari (digiti). Pada kaki belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes) dan jari-jari (digiti). Jumlah jari katak tungkai depan empat jari dan tungkai belakang lima jari. Pada tungkai belakang memanjang yang berpotensi untuk melompat.  Kulit katak sangat penting dalam respirasi dan proteksi. Kulit yang tipis fleksibel membagi bagian luar badan untuk melindungi organisme terhadap penyakit, berfungsi dalam pernapasan, penyerapan air, sebab katak tidak pernah minum. Di lengkapi dengan kelenjar mukosa yang menyebabkan kulit terjaga kelembabannya, mukus memberikan minyak pelumas bagi tubuh. Sebagian besar memiliki kelenjar granular dan kelenjar mukus. Keduanya mirip, akan tetapi hasil produksinya berbeda. Kelanjar granular memproduksi zat abnoxious atau racun untuk melindungi diri dari musuh. Keduanya dikelompokkan sebagai kelenjar alveolar (kelenjar yang tidak mempunyai saluran pengeluaran, tetapi produknya di keluarkan lewat dinding selnya sendiri secara alami. Kelenjar racun dapat menimbukan iritasi pada kulit). Kulit katak juga berfungsi dalam pertukaran gas. Dengan hasil pengukuran pada morfologi Rana sp:

Panjang tubuh seluruhnya: 15 cm
Lebar tubuh                      : 3 cm
Panjang kaki                     ; 9 cm
Panjang badan standar     : 4 cm
Panjang kepala                            : 2 cm
Digity tangan                  : 4 buah
Setelah dilakukan pembedahan terlihat adanya sepasang paru-paru berupa kantung elastis yang tipis. Mekanisme pernapasan paru-paru terdiri dari inspirasi dan ekspirasi. Keduanya dengan mulut tertutup. Katak memiliki tulang-tulang rusuk dan rongga badan. Mekanisme pernapasannya diatur oleh otot-otot tulang bawah dan perut yang saling berhubungan satu sama lain. Paru-paru divertilasi dengan pompatekan. Kelenjar paru-paru itulah terutama penyebab udara keluar. Sebagian besar CO2 dikeluarkan melalui kulit karena laju vertilasi paru-paru tidak cukup untuk membawa keluar.
Sistem pencernaan pada katak (Rana sp) terdiri dari mulut, kerongkongan, dari kerongkongan akan masuk ke lambung, usus halus, usus besar, dan sisa maanan akan dibuang melalui kloaka setelah diserap oleh tubuh. Sistem pernapasan pada katak tersusun atas celah glotis laring, percabangan paru-paru (bronchus), gelembung paru-paru (alveoli) dan paru-paru. Sistem pencernaan pada katak meliputi bagian saluran pencernaan dan kelenjar penceranaan. Saluran pencernaan katak secara berturut-turut adalah rongga mulut, faring, kerongkongan, Lambung berwarna keputih-putihan yang terletak di sebelah kiri perut katak. Hal bahwa di dalam lambung, makanan masih kenyal kemudian diteruskan ke usus., usus 12 jari, usus halus, usus besar, dan kloaka. Kelenjar penceranaan katak meliputi hati, kantung empedu, dan pancreas. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang memiliki gigi sejati. Lidah katak dapat digunakan untuk menangkap makanan atau mangsa seperti serangga. Saluran pencernaan mulai dari esophagus yang sagat pendek, terdiri dari konstruksi yang kecil-kecil, tepinya bersilia dan sebagai alat cerna yaitu sel-sel secretoris, kemudian ke usus 12 jari dan usus halus yang berkelok-kelok dan selanjutnya ke usus besar yang lebar. Setelah ke usus besar langsung menuju ke kloaka, yaitu tempat lubang pelepasan.
Yang kedua kami mengamati kodok (Bufo sp), secara morfologi Kepala kodok dan badan lebar bersatu, ada dua pasang kaki atau anggota, tak ada leher dan ekor. Bagian dalam ditutupi dengat kulit basah halus lunak. Kepala mempunyai mulut yang lebar untuk mengambil makanan, 2 lubang hidung/ nares externa yang kecil dekat ujung hidung yang berfungsi dalam pernapasan, 2 mata yang besar spherikdengan diameter 1 cm, dibelakangnya 2 lubang pipih tertutup oleh membrane tympani yang berfungsi sebagai telinga untuk menerima gelombang suara. Tiap mata mempunyai kelopak mata atas dan bawah, serta di dalamnya mempunyai selaput mata bening membrane nictitans untuk menutupi mata apabila berada di dalam air. Di bagian ujung belakang badan dijumpai anus, lubang kecil untuk membuang sisa-sisa makanan yang tak dicerna, urine dan sel-sel kelamin/ telur atau sperma dari alat reproduksi. Kaki kodok terdiri atas sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang. Kaki depan terdiri atas lengan atas (brancium), lengan bawah (antebrancium), tangan (manus), dan jari-jari (digiti). Pada kaki belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes) dan jari-jari (digiti).
Kulitnya sangat penting dalam respirasi dan proteksi. Kulit yang tipis fleksibel membagi bagian luar badan untuk melindungi organisme terhadap penyakit, berfungsi dalam pernapasan, penyerapan air, sebab katak tidak pernah minum. Di lengkapi dengan kelenjar mukosa yang menyebabkan kulit terjaga kelembabannya, bagi spesies yang hidup di air, mukus memberikan minyak pelumas bagi tubuh. Sebagian besar memiliki kelenjar granular dan kelenjar mukus. Keduanya mirip, akan tetapi hasil produksinya berbeda. Kelanjar granular memproduksi zat abnoxious atau racun untuk melindungi diri dari musuh. Keduanya dikelompokkan sebagai kelenjar alveolar (kelenjar yang tidak mempunyai saluran pengeluaran, tetapi produknya di keluarkan lewat dinding selnya sendiri secara alami). Kelenjar racundapat menimbukan iritasi pada kulit. kodok adalah bilateral simetris, dengan bagian sisi kiri dan kanan equal. Bagian tengah disebut medial, samping/lateral, badan muka depan adalah ujung anterior, bagian belakang disebutujung posterior, bagian punggung atau dorsal, sedang bagian muka ventral. Bagian badan terdiri atas kepala/ caput, kerongkongan/ cervik, dada/ thorax atau pectoral, perut atau abdomen, pantat pelvis serta bagian kaudal.
Struktur dan fungsi kodok ialah Pada kepala terdapat :rims oris yang lebar untuk masuknya makanan, nares externs mempunyai peranan dalam pernafasan, sepasang arganon visus (mata) yang bulat. Di belakang mata terdapat membrane tympani untuk menerima getaran suara. Pada akhir tubuh terdapat anus yang berfungsi sebagai pintu pelepas faeces, urine dan sel kelamin.Extremitas muka yang berupa kaki atau tangan berukuran pendek, terdiri atas : brachium (lengan atas) yang berupa humerus, antibracium (lengan bawah) yang berupa radioulna, carpus (pergelangan tangan), menus (telapak tangan) yang terdiri atas metacarpus dan phalangus (jari – jari); pada telapak tangan terdapat palm, di bawah jari pada hewan jantan terdapat penebalan terutama pada musim kawin.
Extremitas belakang yang berupa kaki belakang terdiri atas femur (paha), crus (bagian kaki bawah) yang terdiri atas tibia dan fibula, tarsus (pergelangan kaki), pes (telapak kaki) yang terdiri atas meta tarsus dan phalangus (jari – jari). Lingula (lidah) yang pipih berpangkal pada dasar di sebelah anterior mulut. Pada permukaannya terdapat kuncup perasa dan papil, dilapisi oleh lendir, dapat dijulurkan dari belakang ke muka untuk menangkap mangsa. Pada maxillae sebelah luar terdapat denta maxillaris (gigi maxillaris), sedang pada atap cavum oris terdapt denta vomerin terdapat dua lubang nares interns yang berhubungan dengan narens externs.
Dengan hasil pengukuran pada morfologi Bufo sp
Panjang tubuh seluruhnya: 17 cm
Lebar tubuh                       : 5 cm
Panjang kaki                      : 10 cm
Panjang tubuh standar       : 6 cm
Panjang kepala                             : 3 cm
Digity tangan                    : 4 buah

Pada kodok, oksigen berdifusi melalui kulit, dan paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karna kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi.
Ø  Untuk kelas pisces
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada ikan mas (Cyprinus carpio) jenis ikan mas ini memiliki ciri-ciri dengan tubuhnya yang terbagi atas kepala, badan, dan ekor. Pada bagian kepala terdapat cekung hidung, mata, celah mulut dan tutup insang. Dibagian ekor terdapat sirip ekor. Sedangkan untuk bagian badan terdapat sisik yang merupakan kerangka luar, gurat sisi yang berfungsi untuk mengetahui perubahan tekanan air, dan sirip yang terdiri dari sirip dada, sirip perut, dan sirip punggung, sirip ekor dan sirip dorsal depan serta sirip dorsal belakang.
Bentuk sirip ekor ikan mas ini yaitu homocercal bahwa apabila ruas tulang belakang agak membengkok kebagian dorsal tetapi spina neuralis mengecil sedangkan spina haemalis memanjang. Sedangkan bentuk sisiknya yaitu sikloid yaitu berbentuk bulat. Selain itu juga memiliki gelembung udara yang berfungsi untuk melayang dalam air.
Karakter yang dihitung dan di identifikasi adalah panjang tubuh seluruhnya: 22 cm,Panjang tubuh standar : 18 cm,Panjang kepala : 6 cm, Tinggi badan  : 8 cm,Diameter mata : 1 cm, Gurat sisi : 12,5 cm,Tutup insang: 4,3 cm, Sirip dorsal belakang: 12, Sirip dorsal depan : 5, Sirip dada  : 14 pasang, Sirip perut  : 9 pasang, Sirip anal  : 6, Sirip ekor  : 20, Bentuk sirip ekor : homocercal, Bentuk sisik   : sikloid

Pada pengamatan untuk ikan nila adalah : ikan nila ini memiliki tipe sirip ekor yaitu protocercal dan tipe sisik sikloid yang berbentuk bulat. Memiliki waran yang lebih mencolok yaitu berwarna merah keputih-putihan dan dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan ikan mas. Bentuk sirip ekor pada ikan nila ini adalah protocercal maksudnya adalah akhir columna vertebralis sampi ujung ekor dan ekor berujung tumpul.
Karakteristik yang diukur pada pengamatan ikan nila ini adalah sebagai berikut:
Panjang tubuh seluruhnya : 15,5 cm
Panjang tubuh standar                  : 12,5 cm
Panjang kepala                  : 4 cm
Tinggi badan                     : 5,5 cm
Diameter mata                   : 0,8 cm
Gurat sisi                           : 8 cm
Tutup insang                     : 3 cm
Sirip dorsal                        : 24
Sirip dada                          : 8 pasang
Sirip perut                         : 6 pasang
Sirip anal                           : 11
Sirip ekor                           : 14
Bentuk sirip ekor               ; protocercal
Jenis sisik                          : sikloid
Ø  Untuk kelas Reptilia
Hasil pengamatan untuk Mabouya multifasciata memiliki tubuh yang bersisik mengkilat. Kepala yang lebih kecil dibandingkan dengan badannya. Kadal bisa hidup di pepohonandan ada pula yang di gurun pasir. Makanan kadal adalah serangga, binatang kecil,dan kadang-kadang telur dan buah-buahan. Kadal yang paling kecil disebut cicak.Panjangnya hanya beberapa sentimerter. Kadal terbesar adalah komodo. Hal inisesuai dengan pendapat Kimball (1999) bahwa. Bagian tubuh Mabouya multifasciata terdiri atas caput, cerviks, trunchus, dan caudal. Mabouya multifasciata umumnya bertubuh langsing. Tubuhnya diluputi dengansisik dari zat tanduk dan bentuk dari sisiknya adalah hexagonal, matanya berpalpebra yang dapat digerakkan dan memiliki lensa crystalline. Pada bagiandigity, bagian terkecil adalah pada bagian lengan disebut pollux dan pada bagian kaki disebut hollux, memiliki dua pasang anggota badan bersifat pentadactil.
Kadal ( Mabouya fasciliata) yang merupakan ordo squamata. Kadal memiliki kulit yang dibungkus oleh zat tanduk/ kulit kering yang menanduk biasanya sisik. Kadal memiliki alat gerak yang masing-masing terdiri dari 5 jari dengan kuku-kuku yang cocok untuk lari, mencengkram, dan naik pohon.
 Hasil pengamatan untuk tokek (Gekko gekco) adalah tokek  memiliki 2 pasang kaki depan dan belakang dengan digity 5 buah, memiliki 3 warna, warna dasar kulitnya adalah abu-abu dan memiliki corak warna orange dan putih. Struktu tubuhnya kasar dan berbintik. Pada bagian pinggir kepala dekat leher memiliki lubang yang berfungsi sebagai penangkap suara.
Ø  Untuk kelas mamalia

Pada pengamatan untuk Rattus raktus didapatkan bahwa tikus ini memiliki  kepala, badan, dan ekor yang terlihat jelas, tubuhnya tertutup rambut, memiliki sepasang daun telinga, mata, bibir kecil dan lentur. Jari-jari tangan dan kaki masing-masing 5 buah, memiliki gigi dan taring. Disekitar hidung / moncong terdapat misue. Tubuhnya terdiri atas sepasang caput, cerviks, tryntus, dan caudal. Warna tubuhnya dari bagina dorsal sampai ventral berwarna hitam keabu-abuan, ekor berwarna coklat.
Pada pengamatan yang kedua yaitu Sapi ( Bos taurus),pada pengamatan ini sapi diamati langsung. Sapi ( Bos taurus)  merupakan salah satu contoh hewan mamalia yang berkembang biak dengan melahirrkan serta menyusui anaknya. Bangsa sapi merupakan sekumpulan ternak yang memiliki karakteristik tertentu yang sama. Atas dasar karakteristik tersebut, maka dapat dibedakan dari ternak lainnya, meskipun dalam spesies yang sama. Bangsa sapi sangat banyak dijadikan ternak sebagai penghasil susu.

Ø  Untuk kelas Aves

Dari praktikum yang telah dilakukan sesuai dengan hasil praktikum, bahwa Lonchura spdisebut juga dengan burung pipit yang merupakan nama umum bagi sekelompok burung kecil pemakan biji-bijian yang menyebar di wilayah tropis Dunia Lama dan Australasia. Burung-burung ini sekarang dimasukkan ke dalam suku Estrildidae, meski ada juga yang menganggap kelompok ini adalah anak-suku (Estrildinae), bagian dari suku Passeridae yang lebih luas. Sebelumnya, kelompok burung ini ditempatkan dalam suku manyar-manyaran, Ploceidae
            Jenis-jenis pipit (termasuk bondol dan gelatik) senang berkelompok, dan sering terlihat bergerak dan mencari makanan dalam gerombolan yang cukup besar. Burung-burung ini memiliki perawakan dan kebiasaan yang serupa, namun warna-warni bulunya cukup bervariasi. Kebanyakan burung pipit tidak tahan dengan iklim dingin dan memerlukan habitat hangat seperti di wilayah tropika. Namun ada pula sebagian kecil jenis yang beradaptasi dengan lingkungan dingin di Australia selatan. Pipit bertelur 4-10 butir, putih, yang disimpan dalam sarangnya yang berupa bola-bola rumput .
Burung yang berukuran kecil, dari paruh hingga ujung ekor sekitar 11 cm. Burung dewasa berwarna coklat kemerahan di leher dan sisi atas tubuhnya, dengan coretan-coretan agak samar berwarna muda. Sisi bawah putih, dengan lukisan serupa sisik berwarna coklat pada dada dan sisi tubuh. Perut bagian bawah sampai pantat putih. Burung muda dengan dada dan perut kuning tua sampai agak coklat kotor. Jantan tidak berbeda dengan betina dalam penampakannya. Iris mata coklat gelap; paruh khas pipit berwarna abu-abu kebiruan; kaki hitam keabu-abuan.
Tubuh ayam dapat dibedakan atas :
1. Caput (kepala).
Pada caput terdapat alat-alat berikut :
•Rostrum (paruh), terbentuk dari maxilla pada ruang atas dan mandibula pada ruang bawah. Bagian dalam paruh dilapisi oleh lapisan yang disebut cera, sedangkan sebelah luar dilapisi oleh pembungkus selaput zat tanduk.
•Nares (lubang hidung), terdapat dibagian lateral dari paruh bagian atas, nares interna pada sebelah dalam dan nares eksterna pada sebeleh luar.
•Cera, merupakan suatu tonjolan kulit yang lemah dan terdapat pada rostum bagian atas.
•Organon visus (alat penglihat), pada ayam relatif besar dan terletak sebelah lateral pada kepala dengan kelopak mata yang berbulu. Iris berwarna kuning atau jingga kemerah-merahan, sedangkan pupil jika dibandingkan dengan besarnya mata relatif besar. Pada sudut medila mata terdapat membrana nictitans yang dapat ditarik untuk menutupi mata.
•Porus acusticus externus (lubang telinga luar), terletak di sebeleh dorso-caudal mata, sedangkan membrana tymphani yang terdapat  disebelah dalamnya untuk menangkap getaran suara.
2. Cervix (leher).                                
          Pada ayam, leher ini biasanya panjang.
3. Truncus (badan).                     
Truncus pada ayam dibungkus oleh kulit yang seolah-olah tak melekat pada otot. Dari kulit akan muncul bulu dari hasil pertumbuhan epidermis menjadi bentuk ringan, fleksibel dan berguna sebagai pembungkus tubuh yang sangat resisten.
Pada uropygium berpangkal bulu-bulu ekor, sedangkan pada facies dorsalis uropygium ada papilla yang mempunyai lubang sebagai muara kelenjar minyak, minyak ini berguna untuk meminyaki bulu-bulunya dan kelenjar minyak disebut glandula uropyglalis.
4. Caudal (ekor).
         Ayam mempunyai bulu-bulu ekor yang berpangkal di uropygium.
5. Extremitas / membran liberi.
•Extremitas anterior.
Berupa ala (sayap) yang skeletonnya terdiri atas humerus (lengan atas), radius (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta) dan ossa carpalia (tulang pergelangan tangan). Pada aves tinggal 2 buah, yaitu os scaphoideum yang menempel pada radius dan os cunieforme menempel pada ulna.
Persatuan antara ossa carpalia (tulang pergelangan tangan) dengan ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) sebagai tempat melekatnya digiti yang ada 3 yaitu jari I, II, III yang nomor-nomornya sesuai dengan banyaknya ruas jari (phalanges) yang ada.
•Extremitas posterior.
Terdiri atas femur, patella, crus yang terdiri fibula yang pendek dan tibio-tarsus yang merupakan persatuan dari tulang tibia dan tarsalia. Pes (tulang cakar) terdiri atas meta-tarsus dan digiti yang mempunyai ruas phalanx (jari-jari). Pada ujung jari terdapat falcula yaitu kuku untuk mencakar, 4 jari itu ada 3 yang mengarah ke muka dan 1 yang mengarah ke belakang.

BAB V
PENUTUP


5.1 Kesimpulan.
1.      Perbedaan Katak (Rana sp) dan Kodok (Bofo sp) ialah,
Katak ( Rana sp)
Kodok (Bufo sp)
Ukuran badan lebih kecil
Kulit lebih licin dan mempunyai warna yang mencolok
Tidak mempunyai pundi hawa
Tidak mengalami penebalan pada kulit
Pankreasnya berwarna hijau
Lidahnya bercabang
Ukuran badan lebih besar
Kulitnya tidak licin dan warnanya kecoklatan
Selaput renang tidak terlalu jelas
Mempunyai pundi hawa
Mengalami penebalan oleh zat keratin
Pankreasnya berwarna hitam
Lidahnya tidak bercabang
2.      Untuk kelas pisces dalam pengamatan dibandingkan antara ikan mas dan ikan nila, ikan mas memiliki bentuk sirip homocentral dan sisiknya tipe sikloid yaitu berbentuk bulat, sedangkan pada ikan nila memiliki sirip ekor yaitu protocercal dan sisknya sikloid dan ukuran ikan nila ini lebih kecil dibandingkan dengan ikan mas.
3.      Untuk kelas reptilia yaitu kadal dan tokek, pada kadal kulitnya dibungkus oleh zat tanduk atau kulit kering, dan memiliki alat gerak berupa 2 pasang anggota alat gerak yang masing-masing terdiri dari 3 jari-jari, sedangkan pada tokek struktur tubuhnya kasar dan berbintil, memiliki lubang yang berfungsi sebagai penangkap suara dan dua pasang kaki depan dan belakang.
4.      Untuk kelas aves yaitu perbandingan antara burung pipit dan ayam didapatkan bahwa burung pipit memiliki ukuran tubuh yang kecil, warnanya dominan coklat tua, bentuk sayapnya meruncing dan bentuk kakinya bertengger, sedangkan untuk ayam memiliki ukuran yang lebih besar dari burung pipit, memiliki paruh yang pendek, jenggernya berwarna merah, tipe sayapnya membulat dan tipe kakinya bertengger, bulunya berwarna kecoklatan.
5.      Untuk kelas mamalia yaitu perbandingan antara tikus dan sapi, didapatkan pada tikus tubuhnya tertutup rambut,memiliki ekor yang panjang dan warna tubuhnya hitam keabu-abuan dan dan ekornya berwarna coklat dan untuk sapi memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari tikus, warna tubuhnya coklat memilki karakteristik tersendiri sehingga dapat dibedakan dengan hewan mamalia lainnya walaupun yang sespesies.
5.2. Saran
Dalam pelaksanan praktikum selanjutnya praktikan hendaknya melakukan pengamatan dan pengukuran dengan teliti sehingga data yang didapatkan akurat dan sesuai dengan teori yang ada, dan asisten juga diharapkan agar turun langsung memantau praktikan dalam mencari spesies agar waktu yang digunakan dapat seefesien mungkin.












DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Laporan praktikum mamalia.(http://organisasi.org/).Diakses 12 Desember 2011.

Anonim. 2011. Mengenal Vertebrata. http://gurungeblog.wordpress.com. Diakses pada tanggal 12 Desember 2011

Anonim1. 2010. Ikan bertulang rawan. http://richocean.wordpress.com. Diakses pada tanggal 12 Desember 2011

Anonim. 2011. We Are the amphibi’09.( http://organisai.org/). Diakses 12 desember 2011

Kimball, J. W. 1999. Biologi Edisi Kelima Jilid 3. Erlangga. Jakarta.

Mamu,hartono. 2002. Buku ajar zoologi vertebrata. Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Universitas Tadulako. Palu

Sukiya.1989.Biologi Vertebrata.Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta

Tim pembina mata kuliah.2011. Penuntun praktikum zoologi vertebrata. Universitas Tadulako. Palu




0 komentar:

Poskan Komentar